mediasuararakyat.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan adanya potensi pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM subsidi akibat meningkatnya harga di sektor nonsubsidi.Mengacu pada laporan Kompas TV, kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan fenomena “turun kelas energi”, di mana masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi karena pertimbangan daya beli.
DPR menilai, kebijakan harga BBM perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak menimbulkan tekanan baru, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Jika peralihan konsumsi ini terjadi secara masif, dikhawatirkan akan membebani anggaran subsidi pemerintah.
Selain itu, lonjakan pengguna BBM subsidi juga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran, di mana subsidi yang seharusnya dinikmati kelompok tertentu justru digunakan oleh masyarakat yang sebelumnya berada di segmen nonsubsidi.
Media Suara Rakyat memandang, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif guna menjaga keseimbangan antara kebijakan harga energi dan daya beli masyarakat.
Transparansi serta pengawasan distribusi BBM subsidi juga menjadi faktor penting agar kebijakan tetap tepat sasaran.Di sisi lain, masyarakat berharap kebijakan energi yang diambil tidak hanya mempertimbangkan aspek fiskal, tetapi juga dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Sumber:[https://www.kompas.tv/ekonomi/663814/bbm-nonsubsidi-naik-dpr-ingatkan-risiko-konsumsi-masyarakat-beralih-ke-bbm-subsidi]
